Obral!

DI UJUNG KOTA SABA

Harga aslinya adalah: Rp65.000.Harga saat ini adalah: Rp40.000.

SINOPSIS
Novel Di Ujung Kota Saba

Di Ujung Kota Saba adalah kisah tentang cinta, janji, dan takdir yang tidak selalu berpihak pada harapan manusia.

Zaid, seorang pemuda Indonesia yang menuntut ilmu di Hadramaut, Yaman, tidak hanya menemukan wawasan dan kedewasaan, tetapi juga menemukan Samira—gadis sederhana yang lembut, tegar, dan penuh keyakinan. Pertemuan mereka yang tanpa sengaja berubah menjadi perjalanan rasa yang perlahan bertumbuh dalam diam. Di Kota Impian yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk dunia, mereka saling belajar tentang arti kebersamaan, keberanian, dan doa.

Namun keadaan mengubah segalanya. Situasi negeri memaksa Zaid pulang ke Indonesia. Di ujung kota itu, janji terucap: ia akan kembali sebagai laki-laki yang siap memperjuangkan. Samira menunggu, bukan sebagai perempuan yang memaksa kepastian, tetapi sebagai jiwa yang percaya pada doa. Waktu berjalan… namun Zaid tak pernah kembali. Bukan karena lupa—melainkan karena takdir memilih jalan lain.

Novel ini bukan hanya tentang cinta dua manusia, tetapi tentang kesetiaan pada doa, keikhlasan pada kehendak Tuhan, dan kedewasaan menerima bahwa tidak semua janji diciptakan untuk dipenuhi. Di Kota Saba, cinta tidak berakhir—ia hanya berubah menjadi kenangan yang lembut, doa yang tak pernah padam, dan kekuatan untuk tetap melanjutkan hidup.

Kategori:

Deskripsi

SINOPSIS
Novel Di Ujung Kota Saba

Di Ujung Kota Saba adalah kisah tentang cinta, janji, dan takdir yang tidak selalu berpihak pada harapan manusia.

Zaid, seorang pemuda Indonesia yang menuntut ilmu di Hadramaut, Yaman, tidak hanya menemukan wawasan dan kedewasaan, tetapi juga menemukan Samira—gadis sederhana yang lembut, tegar, dan penuh keyakinan. Pertemuan mereka yang tanpa sengaja berubah menjadi perjalanan rasa yang perlahan bertumbuh dalam diam. Di Kota Impian yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk dunia, mereka saling belajar tentang arti kebersamaan, keberanian, dan doa.

Namun keadaan mengubah segalanya. Situasi negeri memaksa Zaid pulang ke Indonesia. Di ujung kota itu, janji terucap: ia akan kembali sebagai laki-laki yang siap memperjuangkan. Samira menunggu, bukan sebagai perempuan yang memaksa kepastian, tetapi sebagai jiwa yang percaya pada doa. Waktu berjalan… namun Zaid tak pernah kembali. Bukan karena lupa—melainkan karena takdir memilih jalan lain.

Novel ini bukan hanya tentang cinta dua manusia, tetapi tentang kesetiaan pada doa, keikhlasan pada kehendak Tuhan, dan kedewasaan menerima bahwa tidak semua janji diciptakan untuk dipenuhi. Di Kota Saba, cinta tidak berakhir—ia hanya berubah menjadi kenangan yang lembut, doa yang tak pernah padam, dan kekuatan untuk tetap melanjutkan hidup.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “DI UJUNG KOTA SABA”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *